Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Mantan Rektor IPB dan kini menjadi Ketua Umum ICMI, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., mengatakan, “Faktor utama sukses seseorang bukan karena guru, sekolah atau keluarga”. Pernyataan ini Ia adaptasi dari hasil penelitian di 72 negara. Benarkah?
Mari kita dalami rujukan Prof. Arif Satria, mantan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) terkait hal di atas. Prof. Arif Satria mengatakan mindset menjadi kunci dari sukses seseorang. Bagaimana motivasi, optimisme, kerja keras dan semangat menjadi hal yang mengutama.
Pakar Growth Mindset, Prof. Djohan Yoga, M.Sc., MoT., Ph.D., seirama dengan apa yang disampaikan Prof. Arif Satria, mindset lah yang menjadi faktor utama sukses dan perubahan seseorang. Nah bagaimana dunia guru dan sekolahan merespon ini? Mari kita dalami.
Secara pribadi penulis mengenal singkat dan pernah giat bareng, Prof. Arif dan Prof. Djohan, keduanya memang luar biasa jleb dalam mendalami dan mengkaji suatu tema diskusi. Kedua pakar ini setidaknya menjadi pemantik bagi entitas pendidik dan dunia sekolahan agar lebih kreatif, disruptif dan move on.
Ternyata __versi keduanya__ mindset lah trigger seseorang bisa sukses dan bangkit menjadi pribadi yang bertumbuh. Bukan kampus pavorite, sekolah pavorite, guru, orangtua dan jurusan tertentu yang membuat sejumlah orang sukses. Kembali ke mindset dan hal hal yang non akademik.
Prof. Arif Satria menjelaskan dalam hal pekerjaan, 85 persen kesuksesan ditentukan oleh soft skill. Kemampuan teknis hanya berkontribusi 15 persen. Kepercayaan diri dan kualitas kepribadian menjadi hal dominan bagaimana seseorang bertumbuh menjadi pribadi sukses. Bagaimana seseorang berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain menjadi sangat penting.
Prof. Arif Satria menjelaskan ada sepuluh faktor penentu sukses seseorang, yakni : 1) kejujuran, 2) kedisiplinan, 3) good interpersonal skill, 4) dukungan dari pasangan hidup, 5) bekerja lebih keras dari yang lain, 6) mencintai apa yang dkerjakan, 7) kepemimpinan yang baik dan kuat, 8) semangat dan berkepribadian kompetitif, 9) pengelolaan kehidupan yang baik, 10) kemampuan menjual gagasan dan produk.
Hai para guru dan kepala sekolah, mau mencetak alumni alumni yang sukses, ternyata hal akademik bukan faktor utama. Pastikan guru dan kepala sekolah mampu mengintervensi mental anak didik agar mindsetnya berubah totalis. Motivasi, inspirasi, optimisme, semangat, soft skill dan kepribadian berintegritas menjadi hal utama. Ayooo para guru dan kepala sekolah, lebih fokus pada hal di atas, tidak hanya "academically minded"
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!