Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Kepala SMAN 3 Kota Sukabumi)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, M.Pd. bermimpi terciptanya generasi waluya di masa depan. Ia sangat konsen dan fokus pada penguatan profile Panca Waluya bagi semua entitas civitas akademika, terutama di jenjang pendidikan menengah.
Profil dan realitas murid berkarakter Panca Waluya hanya akan lahir dari proses layanan panjang pendidikan beriklim Panca Waluya. Tentu sangat tak mudah menciptakan iklim civitas akademika yang ideal sebagaimana tuntutan lahirnya murid berkarakter Panca Waluya.
Ada beberapa indikator suksesnya layanan pendidikan di setiap civitas akademika. Diantaranya adalah: 1) setiap murid mengalami peningkatan kualitas adab/akhlak, 2) peningkatan kualitas motivasi belajar dan 3) peningkatan mutu lulusan, akademik non akademik.
Masyarakat waluya di masa depan akan lahir dari proses layanan pendidikan yang melahirkan murid cageur, bageur, bener, pinter dan singer. Bila layanan pendidikan gagal terlaksana maka akan lahir masyarakat kepalang ajar.
Pepatah edukatif mengatakan “Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi”. Esensi dari pepatah ini menjelaskan bahwa bila layanan pendidikan kepalang ajar, akan melahirkan murid dan masyarakat kepalang ajar di masa depan.
Bencana alam terbesar dalam kehidupan umat manusia adalah lahirnya masyarakat kepala ajar. Kang Dedi Mulyadi mengatakan, “Ka luhur moal sirungan, ka handap moal akaran”. Generasi gagal yang tidak tumbuh dan tidak memberi bermanfaat.
Sahabat pembaca _terutama pendidik_ marilah kita menjadi bagian dari “orkestrasi” terbaik dalam menciptakkan layanan pembelajaran yang optimal dan holistik. Semua ranah kompetensi murid sejatinya tumbuh kembang secara optimal, sehingga kelak akan lahir generasi waluya.
Generasi waluya adalah generasi yang akan siap hidup kompetitif dan kontributif di masa depan. Apa yang terjadi di sekolahan, ruang kelas, ruang keluarga dan realitas masyarakat hari ini akan berkelindan dengan masa depan. Masyarakat waluya lahir dari pendidikan waluya, pendidikan waluya lahirkan masyarakat waluya.
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!